Tags

, , , ,

riyan fajri

*Refleksi akan sebuah nama

Saya sering protes karena banyak orang yang sering salah menulis nama yang saya miliki. Mereka biasanya menghilangkan salah satu dari dua huruf yang ada di nama saya. Pernah juga salah seorang teman mencela dengan mengatakan, “kok namamu boros ya? Hilangin saja salah satu diantara dua huruf itu.” Tidak semudah itu, begitu respon saya ketika pernyataan itu terlontar. Memang nama saya bisa berubah menjadi nama orang Indonesia jika salah satu huruf tadi dibuang dan bisa juga menjadi nama orang asing jika huruf yang satunya lagi dibuang. Lalu sayapun bertanya kepada ayah saya yang telah memberikan nama.

Ayah memang orang yang memiliki imaginasi yang sangat tinggi, nama saya dan begitu juga nama adik-adik memiliki makna yang sangat berat untuk diimpikan. “Raja” kata itu yang keluar dari mulut ayah ketika saya menanyakan arti nama yang saya miliki. lalu saya hanya bisa menerima dan tidak mencari tahu lagi arti nama yang saya miliki, maklum waktu itu masih SD, lagi polos-polosnya.

Hari-hari pun berlanjut hingga suatu hari di dalam pelajaran agama islam sewaktu SMA, saya mendengar suatu kata dalam bahasa arab yang senada dengan nama saya. Arti frase itu adalah “Surga untuk orang-orang yang berpuasa.” Saya pun tertarik dan memikirkan kata tersebut. lalu saya membaca buku dan memang penjelasan kata itu sama dengan yang saya dengar sebelumnya. Saya menyimpulkan bahwa nama saya itu merupakan serapan dari frase itu. Oleh karena itu kenapa di nama saya harus ada dua huruf yang menjadi protes teman-teman itu. Sehingga mulai saat itu, ketika ditanya tentang arti nama yang saya miliki, maka saya menjawab bahwa artinya “Surga untuk orang-orang yang berpuasa”

Tetapi ternyata saya masih juga penasaran dengan nama yang saya miliki. Saya cari di google dan ternyata hasilnya diluar dugaan dan mala mengherankan. Kata “Raja” yang keluar di layar monitor, arti nama yang diberikan oleh orang tua saya. Kata yang berasal bahasa Gael atau Scotlandia yang memiliki arti “Raja”. Wah sejauh inikah imaginasi ayah saya? Wah saya juga tidak tahu tuh, sehingga saya tidak terlalu memikirkannya. Hehe…

Lalu saya mulai memaknai nama yang saya miliki. Nama merupakan doa dan harapan yang diberikan oleh orang tua terhadap kita. Terkadang juga perilaku dan sifat yang kita miliki biasanya sesuai dengan nama yang kita miliki. “Surga untuk orang-orang yang berpuasa”. Ketika merefleksikan diri, memang dari kecil saya sudah diajarkan puasa. Sejak TK, kira-kira umur 4 tahun, saya mulai mencoba untuk puasa. sehingga mulai dari kelas 4 SD, puasa romadhon yang saya jalani tidak pernah batal hingga sekarang. Dan saat ini juga saya masih suka puasa-puasa sunnah lainnya selain puasa romadhon.

Lalu makna kata “Raja” yang diartikan ayah saya juga membentuk kepribadian saya. Setelah melakukan sedikit refleksi, ternyata memang sifat yang saya miliki seperti raja. Saya tidak mau diperintah oleh orang-orang yang saya anggap tidak memiliki kemampuan dan saya sangat suka menolong dan mengayomi orang-orang yang tertindas dan lemah. Yah, tidak jauh dari sifat seorang raja lah. Hehe…

Seperti itulah saya memaknai arti dari nama yang saya miliki. saya tidak akan mengubah nama yang ada pada diri saya, walaupun banyak orang yang namanya mirip, karena bagi saya nama ini merupakan doa dan harapan dari orang tua dan diri saya pribadi. Memang ini merupakan doa dan harapan yang sangat besar, tetapi setelah mengetahui semua ini saya harus semangat untuk mewujudkan semua harapan itu.